Postingan

RAMADHAN AWAL KESEMBUHAN

Ibnu sina menyatakan “Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah awal kesembuhan”. Sejalan dengan kutipan Ibnu sina diatas, dengan masuknya ramadhan merupakan hal yang kita rindukan dari bulan-bulan yang lain. Dikarenakan kita diajarkan untuk menahan. Uniknya lagi menahan yang dimaksudkan seiringan dan sejalan terkait program melawan wabah virus covid19. Berpuasa untuk menahan interaksi sosial, berpuasa dalam bepergian, berpuasa untuk melakukan kegiatan yang awalnya kita inginkan harus kita tinggalkan. Untuk lebih jelasnya kaidah bahasa Arab puasa disebut “ shaim atau shaum ”, keduanya merupakan masdar (kata dasar) dalam bahasa Arab dan bermakna menahan. Sementara menurut istilah, puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari mulai terbit fajar sampai terbenam mataha ri . Allah berfirman: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَن...

PRIOIRITAS KEBIJAKAN: BENARKAH KITA MISKIN DI INDONESIA ?

Hari ini kita disibukkan dengan pembahasan virus Corona dan pengesahan Undang-undang Omnibus Law yang tidak berujung dan tiada akhir. Seolah-olah kita menganggap bahwa kemiskinan terjadi di Indonesia diakibatkan sepenuhnya dua hal yang berada diatas kasus yang lagi mengisi hangatnya media yang merajalela. Aparatur negara yang dianggap sepenuhnya bertanggung jawab didalam melihat kondisi masyarakat yang membutuhkan kejelasan dan oketerbukaan di dalam arus pemberitaan.   Sehingga tidaklah heran ketika di media hari ini perdebatan persoalan virus Corona dan Pengesahan Omnibus law menjadi pro dan kontra. Meskipun kita memahami baik pro maupun kontra sejatinya menginginkan Indonesia lebih baik, namun strategi yang dilaksanakan berbeda baik dari yang pro maupun yang kontra. Sedangkan apabila kita mempelajari dan melihat kehidupan masyarakat Indonesia dalam kajian kemiskinan, miskin selalu dikaitkan erat dengan sosial ekonomi masyarakat. Sehingga begitu banyaknya agama dan aliran keil...

3 SISI LAIN ILMU DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Ilmu sebagai pemahaman Iqra = bacalah.. Dalam aplikasi sehari -hari bacalah tidak hanya sebatas mengeja kata perkata,   kalimat menjadi sebuah pragraf,   tidak sebatas mengucapkan dari teks -teks Al-quran bahkan huruf di dalam buku.   Apalagi apabila kita memahami kesemuanya itu diperoleh dari jenjang formal seprti sekolah ataupun pesantren.   Bacalah yang dimaksudkan merupakan mampu,   memahami,   merepson,   mengkaji,   serta memberikan solusi terhadap kejadian, persoalan,   bahkan selaku pendakwah yaitu menco n tohkan secara baik melalui kata dan perbuatan.   Artinya sangat keliru apabila melihat ilmu itu sebatas pengetahuan gelar namun tak mampu senyum,   menyapa tetangga rumahnya.   Tak mampu membantu orang -orang yang membutuhkan solusi ditengah problem kehidupan yang mengutamakan teknologi ketimbah bersilaturrahim. Sebagai pengantar mari kita melihat kisah imam syafi’i disaat memberikan pemahan terhad...

Hiperialitas Tukang Gali Kubur

Mengawali tulisan ini mari kita bersama mendengarkan sedikit kisah (Jean Baudrillard) dalam sebuah argumentasinya terkait kekuatan media. “Suatu hari seorang anak kecil yang menangis bersama ibunya (orang tuanya) di pusat perbelanjaan. Yang ditangisinya adalah alat pembalut perempuan. Bagi sang ibu permintaan anak sangatlah aneh, dikarenakan umur dan kebutuhannya tidak sesuai dengan permintaan anakanya. Lama memberikan penjelasan sang ibu tersadar, sebelum berangkat ke pusat perbelanjaan anak menonton iklan terkait salah satu pembalut yang dengan memakainya semua bisa terpenuhi. Bisa naik kuda, bisa terbang, bisa kemana-mana dan sebagainya”. Inilah mengapa eksistensi media menjadi bagian yang penting dan tidak bisa dihindari pada masa-masa ini. Meninggalkan pengantar di atas, sekarang kita berupaya memperjelas “masa” yang dimaksudkan beriringan dengan kebijakan yang kian membutuhkan media sebagai Tuhan-Tuhan kecil menurut (Brooke ed). Artinya, hampir dari segala kebijakan di setia...